Berbeda halnya
dengan menabung, kalau kita meminjam uang di bank kita tidak akan mendapatkan
bunga tetapi dikenai bunga. Dalam artian bank dianggap menabung terhadap kita.
Intinya kalau kita menabung kita akan mendapatkan bunga dari bank, sedangkan
kalau kita meminjam kita akan memberikan (dikenai) bunga untuk bank. Besarnya
bunga tabungan atau pinjaman biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase (%).
Ada 2 jenis bunga bank, yaitu bunga tunggal adalah bunga yang diberikan hanya
untuk sejumlah uang yang ditabungkan atau dipinjamkan, sedangkan bunganya tidak
berbunga lagi. Suku bunga tunggal adalah suku bunga yang besarnya tetap dari
waktu ke waktu. Akan tetapi lain dengan bunga majemuk, bunga majemuk adalah
bunga yang diberikan tidak hanya pada uang yang ditabungkan atau dipinjamkan
tetapi bunganya juga berbunga lagi.
Jenis bunga
tabungan yang akan kita bahas adalah bunga tunggal. Jika bunga a% per tahun dan
modal asal (M), maka besarnya bunga tunggal adalah
Untuk lebih memahami tentang bunga
tunggal, coba perhatikan contoh soal berikut ini.
Contoh Kasus Untuk Cicilan
Pak Sutrisno
membeli sebuah notebook seharga Rp. 2.285.000, karena uangnya tidak cukup maka
Pak Sutrisno mencicilnya setiap bulan. Cicilan Pak Sutrisno per bulan sebesar
Rp.297.000 selama 10 bln. Hitung berapa persenkah bunga cicilan Pak Sutrisno!
Penyelesaian:
Diketahui:
M = Rp.
2.285.000
Cicilan =
Rp.297.000/bulan
waktu = 10
bulan
Ditanyakan: % bunga cicilan?
Jawab:
Cari terlebih dahulu cicilan pak Sutrisno selama 10 bulan dengan cara:
Cicilan 10 bulan = cicilan perbulan x
waktu
Cicilan 10 bulan = Rp.297.000/bulan x 10
bulan
Cicilan 10 bulan = Rp.2.970.000
Sekarang tentukan besarnya bunga selama
10 bulan dengan cara:
Bunga 10 bulan = Cicilan 10 bulan - M
Bunga 10 bulan = Rp.2.970.000 - Rp.
2.285.000
Bunga 10 bulan = Rp.685.000
% bunga cicilan = (Cicilan 10 bulan/M) x
100%
% bunga cicilan = (Rp.685.000/ Rp.
2.285.000) x 100%
% bunga cicilan = 30%
Tidak ada komentar:
Posting Komentar