Senin, 23 Juni 2014

Cara Mengitung Bunga Tunggal

Berbeda halnya dengan menabung, kalau kita meminjam uang di bank kita tidak akan mendapatkan bunga tetapi dikenai bunga. Dalam artian bank dianggap menabung terhadap kita. Intinya kalau kita menabung kita akan mendapatkan bunga dari bank, sedangkan kalau kita meminjam kita akan memberikan (dikenai) bunga untuk bank. Besarnya bunga tabungan atau pinjaman biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase (%). Ada 2 jenis bunga bank, yaitu bunga tunggal adalah bunga yang diberikan hanya untuk sejumlah uang yang ditabungkan atau dipinjamkan, sedangkan bunganya tidak berbunga lagi. Suku bunga tunggal adalah suku bunga yang besarnya tetap dari waktu ke waktu. Akan tetapi lain dengan bunga majemuk, bunga majemuk adalah bunga yang diberikan tidak hanya pada uang yang ditabungkan atau dipinjamkan tetapi bunganya juga berbunga lagi.
Jenis bunga tabungan yang akan kita bahas adalah bunga tunggal. Jika bunga a% per tahun dan modal asal (M), maka besarnya bunga tunggal adalah
Untuk lebih memahami tentang bunga tunggal, coba perhatikan contoh soal berikut ini.

Contoh Kasus Untuk Cicilan

Pak Sutrisno membeli sebuah notebook seharga Rp. 2.285.000, karena uangnya tidak cukup maka Pak Sutrisno mencicilnya setiap bulan. Cicilan Pak Sutrisno per bulan sebesar Rp.297.000 selama 10 bln. Hitung berapa persenkah bunga cicilan Pak Sutrisno!

Penyelesaian:
Diketahui:
M = Rp. 2.285.000
Cicilan = Rp.297.000/bulan
waktu = 10 bulan
Ditanyakan: % bunga cicilan?
Jawab:

Cari terlebih dahulu cicilan pak Sutrisno selama 10 bulan dengan cara:
Cicilan 10 bulan = cicilan perbulan x waktu
Cicilan 10 bulan = Rp.297.000/bulan x 10 bulan
Cicilan 10 bulan = Rp.2.970.000

Sekarang tentukan besarnya bunga selama 10 bulan dengan cara:
Bunga 10 bulan = Cicilan 10 bulan - M
Bunga 10 bulan = Rp.2.970.000 - Rp. 2.285.000
Bunga 10 bulan = Rp.685.000
% bunga cicilan = (Cicilan 10 bulan/M) x 100%
% bunga cicilan = (Rp.685.000/ Rp. 2.285.000) x 100%
% bunga cicilan = 30%